Memilih Mainan yang Aman untuk Anak

Memilih Mainan yang Aman untuk AnakApa mainan kesukaan Anda dulu ketika masih kecil? Apakah mainan itu sekarang masih ada? Sering kali seiring majunya jaman, berganti juga jenis mainan anak yang ada di pasaran. Lalu mainan apa yang ingin Anda belikan untuk anak Anda? Ada sejumlah mainan anak yang tidak sekedar aman, juga berguna untuk edukasi, contohnya Lego, Hasbro dan masih banyak lagi. Dalam artikel ini ada beberapa hal yang lebih baik Anda perhatikan ketika memilih mainan untuk anak Anda.

Mainan merupakan sesuatu yang berharga di masa anak-anak. Tetapi Komisi Keamanan Produk Amerika menyebutkan bahwa, sekitar 250.000 kecelakaan dikarenakan oleh mainan dalam satu tahunnya. Satu dari tiga kasus itu bahkan terjadi pada usia  balita. Orang tua wajib lebih bijak sebelum membelikan anak mainan baru. Ha ini karena anak kecil juga memiliki kemampuan dan pemahaman yang tidak sama di setiap tahapan usia.

Secara sederhana begini, Anda tentu tidak akan memberi pisau bagi anak Anda untuk mengupas buah sendiri kan? Pertama disebabkan ia belum mengerti apa kegunaan benda tajam tersebut. Terutama cara memakainya, sebab pada usia tersebut kemampuannya untuk memegang benda juga belum mantap. Anak malah justru bisa meresiko membahayakan diri sendiri. Anda tentu baru akan membolehkan menggunakan pisau sendiri saat anak telah beranjak sekolah menengah.

Prinsip sama juga berlaku untuk mainan. Bayi yang masih berumur 6 bulan pastinya tidak seharusnya bermain menggunakan balok plastik susun untuk anak yang umurnya 3-5 tahun. Jangankan untuk menggenggam, bayi bahkan belum mengerti apa yang harus dilakukan dengan balok-balok itu. Mereka mungkin hanya bisa melemparnya ke sana kemari.

Pastinya hal ini bisa jadi mubazir, disebabkan pada kesempatan inilah kemampuan kognitif dan motorik si kecil harus ikut berkembang. Terlebih lagi kemungkinan terburuknya si kecil meletakkan balok kecil ke dalam mulut dan tersedak. Risiko ini tidak mustahil disebabkan bayi memang sedang menyukai memasukkan segala sesuatu dalam mulutnya.

Begitu juga bila skenarionya dibalik, yakni anak usia 5 tahun yang diberikan mainan bayi. Balita Anda memang dapat saja memainkannya. Ia juga telah memahami apa tujuan dan yang dapat dilakukan dengan mainan itu. Tetapi ia tidak dapat ilmu atau pengetahuan baru melalui mainan tersebut. Semestinya, Anda sudah bisa memberikan mainan yang lebih kompleks dan bisa mengasah tumbuh kembang anak.

  • Sebagian Mainan Anak Tidak Mudah Dibuka

Cermati seluruh bagian mainan tersebut melalui tombolnya sampai mungkin bagian pitanya yang mudah ditarik. Jika mainan anak bayi itu juga mempunyai kotak baterai, Anda sebaiknya sudah lebih dulu memastikan kotak baterai itu tidak akan mudah terbuka oleh bayi Anda. Terbukanya kotak baterai ini bisa berbahaya untuk bayi Anda.

  • Mainan yang Bisa Dikendarai Harus Memiliki Pengaman

Kebanyakan mainan bayi yang harus dikendarai, umumnya bisa dipakai jika bayi Anda sudah bisa duduk dengan seimbang tanpa memerlukan bantuan lagi. Tetapi lebih dari itu, kebanyakan mainan biasanya memasang stiker yang menyuguhkan informasi tentang usia sasaran mainan tersebut. Mainan yang harus dikendarai seperti ini, khususnya semacam mainan kuda-kudaan, leih baik mempunyai pengaman yang dapat menghindari bayi terjatuh terutama jika kepalanya sampai terbentur.

  • Hindari Mainan dengan Bahan Berbahaya

Walaupun balon adalah salah satu pernak-pernik yang menyenangkan untuk Si Kecil, namun ternyata balon merupakan salah satu penyebab paling sering mengakibatkan anak tersedak. Ketika balon pecah atau saat belum ditiup, balon itu bisa dimasukkan secara tidak sengaja ke mulut Si Kecil dan justru mengakibatkan tersedak. Khususnya bahan balon yang umumnya terbuat dari lateks.

  • Pilih Mainan yang Cukup Besar

Mainan anak bayi yang memiliki ukuran cukup besar akan sanggup mencegah terjadinya tersedak pada anak Anda atau penyumbatan di saluran pernapasannya. Mainan ini setidaknya memiliki ukuran 3 cm untuk lebarnya dan minimal 6 cm untuk panjangnya. Anda juga lebih baik menghindari mainan yang mencakup bola dan koin dalam rangkaiannya. Mainan anak seperti ini biasanya memiliki berdiameter hanya 4 cm, sehingga cukup untuk melalui saluran pernapasan anak Anda.

  • Pastikan Mainan Itu Aman

Memakai mainan yang turunan dari saudara atau keluarga Anda, dalam hal ini mungkin bisa lebih aman daripada membeli mainan yang baru. Selama mainan tersebut tidak diproduksi pada tahun yang terlalu lama, sehingga cat warnanya mungkin saja terkelupas. Pastikan tidak ada pewarna mainan yang mengelupas, tidak ada bagian mainan yang tajam dan lain sebagainya.

  • Selalu Awasi Anak Saat Bermain

Harus diingat bagaimanapun mainan yang anak mainkan, orang tua jangan lengah untuk selalu mengawasi selama Si Kecil bermain. Bimbingah si kecil untuk memakai mainan dengan bena, tidak lupa untuk memerhatikan keamanannya dengan baik ketika bermain. Tidak kalah pentingnya juga untuk membuat batasan waktu bermain bagi anak dan ajarkan si Kecil untuk merapikan kembali mainannya setelah bermain.